syibli

Just another Blogdetik.com weblog

6 Maret 2010

sekarang ini….  
Author: tankian

Posted in Tak Berkategori | |


st1\:*{behavior:url(#ieooui) }
<!– /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-parent:””; margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:”Times New Roman”; mso-fareast-font-family:”Times New Roman”;} @page Section1 {size:21.0cm 842.0pt; margin:3.0cm 3.0cm 3.0cm 4.0cm; mso-header-margin:36.0pt; mso-footer-margin:36.0pt; mso-paper-source:0;} div.Section1 {page:Section1;} –>
/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin:0cm;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:10.0pt;
font-family:”Times New Roman”;
mso-ansi-language:#0400;
mso-fareast-language:#0400;
mso-bidi-language:#0400;}

st1\:*{behavior:url(#ieooui) }
<!– /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-parent:””; margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:”Times New Roman”; mso-fareast-font-family:”Times New Roman”;} @page Section1 {size:21.0cm 842.0pt; margin:3.0cm 3.0cm 3.0cm 4.0cm; mso-header-margin:36.0pt; mso-footer-margin:36.0pt; mso-paper-source:0;} div.Section1 {page:Section1;} –>
/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin:0cm;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:10.0pt;
font-family:”Times New Roman”;
mso-ansi-language:#0400;
mso-fareast-language:#0400;
mso-bidi-language:#0400;}

Ketika kejahiliyahan itu masih menjadi teman sejati manusia, banyak yang menganggap wanita itu tidak berguna. Mereka hanyalah dianggap sebagai benalu dan hanya dijadikan pemuas nafsu saja. Ungkapan ini tidaklah berlebihan jika kita melirik kisah-kisah kehidupan sebelum Rasulullah SAW lahir.

Di negeri India kuno, jika suami meninggal maka ia akan di bakar. Namun sadisnya, isterinya pun juga ikut di bakar karena dianggap hanya akan menjadi benalu saja bagi para tetangganya. Sama halnya perlakuan di Cina kuno dimana wanita hanya dihormati jika mereka menjadi pelacur. Zaman dan Peradaban yang terus berkembang, tidak disertai dengan memikirkan hak hidup wanita yang juga merupakan makhluk hidup di muka bumi ini. Sejarah menulis perlakuan wanita di zaman kerajaan Persia dan Romawi yang terkenal dengan kemajuan peradabannya, tidak jauh beda dari sebelumnya.

Bergerak ke negeri kelahiran Rasulullah SAW, Arab jahiliyah pun tidak kalah sadisnya memperlakukan wanita. Jika ada yang melahirkan bayi perempuan, maka ibu itu harus siap meneteskan air mata. Bagaimana tidak jika buah hatinya itu akan di kubur hidup-hidup oleh ayahnya dengan alasan bahwa kelak wanita hanya merepotkan kaum lelaki saja

Hingga diutuslah lelaki mulia yang cahayanya telah tercipta lebih awal yaitu Muhammad. Beliau yang bersifat Tabligh, menyampaikan seluruh kebenaran mutlak yang ada pada Kitab Suci Al-Qur’an temasuk melurusakan berbagai hak para wanita. Kehadiran Beliau benar-benar membawa para wanita dari zaman kegelapan menuju zaman yang terang-benderang. Para wanita dizaman Rasulullah bebas menyampaikan aspirasi terutama tentang keadilan terhadap mereka. Dari sinilah para wanita terangkat derajatnya.

Namun jika kita melihat dizaman sekarang, banyak para wanita muslim yang kurang pandai bersyukur atas jasa Rasulullah kepada kaumnya. Dengan penuh pengorbanan Rasulullah berusaha menjunjung tinggi hak wanita yang salah satunya dengan memerintahkan wanita aurat para wanita demi keselamatan dirinya. Namun dizaman sekarang mereka malah mengabaikan perintahnya. Tidak sedikit diantara mereka yang dengan bangga “memamerkan” auratnya dan lupa akan PenciptaNya. Mereka bebas berekspresi di bawah perlindungan hak asasi yang disalah artikan.Lewat liberalisme, musuh islam mengirim “ulama-ulama gadungan” untuk menghalalkan membuka aurat. Mereka dengan mudahnya menyatakan bahwa jilbab adalah adat orang Arab. Padahal jelas disebutkan dalam Al-Qur’an tentang menutup aurat. Inikah balasan mereka terhadap perjuangan Rasulullah? Semoga Allah merahmati kita semua. Amiin.

27 Februari 2010

bergerak  
Author: tankian

Posted in Tak Berkategori | |

TERUSLAH BERGERAK HINGGA KELELAHAN ITU LELAH MENGIKUTIMU

12 Februari 2010

Halo dunia!  
Author: tankian

Posted in Tak Berkategori | |

Selamat Datang Blogdetik.com. Ini merupakan postingan pertama Anda. Silahkan Edit atau hapus postingan ini, dan mulai ngeblog!